Perbedaan Karet Alami Dan Karet Sintetis

perbedaan karet alami dan karet sintetis

Perbedaan Karet Alami dan Sintesis

Didalam kehidupan sehari-hari kita karet merupakan salah satu unsur bahan penyusun benda yang penting di kehidupan kita. Menurut laman Indonesia Investment, produksi karet di Indonesia merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah negara thailand. Maka dari itu jumlah suplai karet Indonesia sangatlah penting untuk pasar global.

Kebanyakan hasil produksi karet di indonesia sebanyak 80% dan didominasi oleh para petani kecil. Nah oleh karena itu, perkebunan milik pemerintah dan swasta memiliki peran yang kecil dalam perindustrian karet domestik.

Produksi karet ini paling banyak ditemukan di daerah sumatera dan kalimantan. Karet tersebut dibagi menjadi 2 bagian bahan yaitu bahan alami dan bahan sintetis. Berikut perbedaan dari kedua jenis karet tersebut beserta sifat – sifatnya, antara lain:

  • Karet Alami

karet alami

Karet Alami merupakan karet yang berasal dari alam dan langsung dari alam umumnya didapat dari cairan getah (lateks). Lateks mempunyai sifat kurang menguntungkan, kenapa bisa begitu yaitu dikarenakan menjadi cepat mengeras bila terkena suhu panas. Namun, sifat dari karet ini dapat dicairkan melalui proses vulkanisasi. Karet alam dapat divulkanisir melalui pemanasan pada suhu sekitar 140 derajat celcius.

Lateks / getah dari pohon karet ditemukan pada tahun 1844 dan penemu dari lateks tersebut ditemukan oleh Charles Goodyear, yang mengatakan bahwa lateks dari pohon karet yang dipanaskan dengan menggunakan belerang dapat dibentuk menjadi karet yang padat dengan berbagai bentuk. Karet yang padat ini lah yang kemudian dibentuk menjadi berbagai jenis karet yang ada disekitar kita seperti karet ban dan bola karet. Lateks / getah dari pohon karet ini biasa didapati dalam bentuk cairan kental dan mempunyai sifat lunak / lembek dan lengket bila dipanaskan.

Kekuatan dari jaringan pada dalam elastomer / karet sangatlah terbatas, akan tetapi energi kohesi yang diperlukan energi yang rendah jadi memungkinkan peregangan karet. Karet alam adalah sebuha senyawa polimer isoprena. Pada saat perang dunia ke 2, persediaan karet alam sangatlah kurang, sehingga pada saat itu perindustrian polimer tumbuh cepat setelah para ahli kimia selesaikan penelitiannya yang mencari cara untuk pengganti karet tersebut. Beberapa pengganti yang berhasil dikembangkan ialah neoprena yang kini telah dipergunakan untuk membuat selang pipa air untuk pompa gas.

Baca Juga : Elastomer Untuk Jembatan

 

  • Karet Sintetis

karet sintetis

Karet Sintetis bukanlah plastik, melainkan material karet yang elastis. Penemu polimer karet sintetis oleh Labedev pada tahun 1930. Lalu pada tahun 1931, Lebedev dan Hermann Staudinger berhasil mengembangkan karet sintetik pertama kalinya yang dikenal sebagai neoprene. Jenis polimer yang penting pada masa perang adalah karet sintetik. Neoprene tahan terhadap suhu yang panas sekalipun dan tahan juga terhadap zat kimiawi seperti minyak dan bensin, dan dipergunakan untuk membuat pipa bahan bakar dan juga digunakan untuk bahan pelapis dalam permesinan. Karet sintetik digunakan dalam upaya pembuatan senjata nuklir, dan pembuatan roket untuk militer.

Karet sintetis ini biasanya berwarna putih dan kuning kecoklatan. Dalam kasus pada ban mobil yang mempunyai warna hitam, ini terjadi dikarenakan tambahan karbon berallotrop dan karbon hitam guna memperkuat polimer tersebut. Campuran tersebut juga digunakan bersamaan dengan karet alam untuk membuat ban mobil. Meskipun pengganti karet sintesis ini mempunyai banyak sekali sifat – sifat yang diinginkan, namun tidak satupun pengganti karet sintesis ini yang mempunyai semua sifat – sifat dari karet alam yang dinginkan. Contoh keunggulan karet jenis ini, neoprene merupakan elastomer / karet sintetik yang mempunyai sifat mirip seperti karet alam. Neoprene memiliki sifat yang lebih elastis dibandingkan dengan karet alam, keuntungan karet ini tahan terhadap adanya gesekan dan tahan terhadap minyak atau bensin. Karet sintetis ini banyak dipergunakan untuk pembuatan pipa bensin dan minyak, sebagai bagian dari sparepart kendaraan bermotor, dipergunakan pada bagian – bagian tertentu dalam lemari pendingin, dan sebagai bagian dari penyekat listrik.

Baca Juga : Karet Untuk Gedung

Dengan demikian kesimpulan dari deskripsi diatas ialah perbedaan dari karet alami yaitu karet yang berasal dari alam yang berasal dari getah pohon dan karet sitetis jenis karet non alami yang berasal dari hasil pengembangan karet yang ditemukan oleh Labedev pada tahun 1930.